Sabtu, 26 Februari 2011

ILMU GIZI KESEHATAN - PROTEIN DAN KEBUTUHANNYA

MAKALAH
ILMU GIZI KESEHATAN

Tentang

Protein Serta Kebutuhannya

Dosen Pembimbing : Sukmala Dewi, S.Pd


OLEH :
KAMARUDDIN
NPM: 09.3.01.0221 Kelas E/III Biologi STKIP-Bima

                                                                   


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP-BIMA
TAHUN AKADEMIK 2010-2011




KATA PENGANTAR

Assalmu’alaikum War. Wab

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan karunia, taufik, serta hidayah-Nya sehingga kami  dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Shalawat serta salam tidak lupa penulis hantarkan kepada junjungan alam Nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, beserta ummat Beliau yang tetap istiqomah hingga akhir zaman.
Makalah ini kami susun sebagai salah satu bentuk penyelesaian tugas pada mata kuliah Ilmu Gizi Kesehatan oleh Bu. Sukmala Dewi, S.Pd selaku Dosen Pembimbingdengan judul makalah : “Protein serta kebutuhannya”.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini tentunya terdapat kesalahan dan kekurangannya, itu semua tidak lepas dari kekhilafan kami sebagai insan yang dlo’if, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi perbaikan kedepannya nanti.

Wassalam ‘alaikum. War. Wab.

Kota Bima, 05 Nopember 2010
Wassalam,

Kamaruddin.
NPM: 09.3.01.0221

 

DAFTAR ISI

 

Judul -------------------------------------------------------------------1

Kata Pengantar ----------------------------------------------------- 2

Daftar Isi--------------------------------------------------------------3

 

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ------------------------------------------------4

B.   Rumusan Masalah-------------------------------------------4

C. Tujuan ----------------------------------------------------------4

 

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Protein-------------------------------------------5

1. Pengertian Protein----------------------------------------5  

2. Fungsi atau keuntungan Protein---------------------8

B.   Kebutuhan protein dalam Ilmu Gizi-------------------10

 

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ---------------------------------------------------13

B.   Saran ----------------------------------------------------------13

 

DAFTRA PUSTAKA

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Dalam ilmu gizi kesehatan kita akan mempelajari tentang makanan dan zat makanan. Lalu makanan yang bergizi itu semacam apa? Makanan bergizi adalah makanan yang cukup kwalitas dan kwantitasnya serta mengandung unsur yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Syarat Makanan bergizi meliputi ; Mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang cukup.
Protein sebagai salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh tubuh sangat penting bagi tubuh dan penunjang pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun psikis.
Dalam hal ini, kami coba membahas beberapa hal tentang protein, baik itu pengertian dan tingkat kebutuhannya bagi tubuh, dan itu semua akan kami bahas  dalam makalah yang kami susun ini. Factor inilah yang melatarbelakangi penyusunan makalah ini. 

B.     RUMUSAN MASALAH

·         Pengertian dan fungsi Protein
·         Kebutuhan Protein dalam Ilmu Gizi

C.     TUJUAN

Untuk menyelesaikan tugas kelompok pada mata kuliah gizi kesehatan. Selain itu tujuan penyusunan makalah ini adalah agar kita paham betapa pentingnya protein bagi tubuh kita.

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN DAN FUNGSI PROTEIN

      1.   Pengertian Protein

Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti “yang paling utama”) adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.
Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat). Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Sementara itu, struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:
·   alpha helix (α-helix, “puntiran-alfa”), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral;
·   beta-sheet (β-sheet, “lempeng-beta”), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
·   beta-turn, (β-turn, “lekukan-beta”); dan
·   gamma-turn, (γ-turn, “lekukan-gamma”).
Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin.
Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode:
(1) Hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer,
(2) Analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman,
(3) Kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan
(4) Penentuan massa molekular dengan spektrometri massa.
Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Spektrum CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah.
Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. Pada protein yang lebih kompleks, ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Pada struktur kuartener, setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.
2.      Fungsi atau Keuntungan Protein
Fungsi Protein di dalam tubuh kita sangat banyak, bahkan banyak dari proses pertumbuhan tubuh manusia dipengaruhi oleh protein yang terkandung di dalam tubuh kita. Adapun fungsi protein dalam tubuh adalah sebagai berikut :
·   Sumber energi
·   Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan
·   Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibodi
·   Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel
Selain itu protein memiliki peranan dan fungsi tertentu dalam tubuh. Fungsi tersebut sebagai :
2. 1   Sebagai enzim
Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau dibantu oleh suatu senyawa makromolekul spesifik yang disebut enzim, dari reaksi yang sangat sederhana seperti reaksi transportasi karbon dioksida sampai yang sangat rumit seperti replikasi kromosom. Protein besar peranannya terhadap perubahan-perubahan kimia dalam sistem biologis.
2.2    Alat pengangkut dan penyimpan
Banyak molekul dengan MB kecil serta beberapa ion dapat diangkut atau dipindahkan oleh protein-protein tertentu. Misalnya hemoglobin mengangkut oksigen dalam eritrosit, sedangkan mioglobin mengangkut oksigen dalam otot. Pengatur pergerakan Protein merupakan komponen utama daging, gerakan otot terjadi karena adanya dua molekul protein yang saling bergeseran.
2. 3   Penunjang mekanis
Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebabkan adanya kolagen, suatu protein berbentuk bulat panjang dan mudah membentuk serabut. Pertahanan tubuh atau imunisasi Pertahanan tubuh biasanya dalam bentuk antibodi, yaitu suatu protein khusus yang dapat mengenal dan menempel atau mengikat benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh seperti virus, bakteri, dan sel- sel asing lain.
2. 4   Media perambatan impuls syaraf
Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk reseptor, misalnya rodopsin, suatu protein yang bertindak sebagai reseptor penerima warna atau cahaya pada sel-sel mata.
2. 5   Pengendalian pertumbuhan
Protein ini bekerja sebagai reseptor (dalam bakteri) yang dapat mempengaruhi fungsi bagian-bagian DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan.


B.   KEBUTUHAN PROTEIN DALAM ILMU GIZI
Makanan bergizi adalah makanan yang cukup kwalitas dan kwantitasnya serta mengandung unsur yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Syarat Makanan bergizi meliputi ;
1.   Mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang cukup
2.   Mengenyangkan
3.   Termasuk dalam 4 sehat 5 sempurna
4.   Bersih dari bakteri dan kuman atau penyakit
5.   Makanan yang tidak mengandung bahan adittif dan kimia
Makanan yang sehat sangatlah berguna untuk membina tubuh bahkan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak, dilain hal makanan juga akan menghasilkan panas dan energi didalam tubuh kita.
Diketahui bahwa protein harus ada dalam setiap makanan lantaran sangat diperlukan oleh tubuh, terkadang didalam satu makanan kandungan proteinya sering kali tidak lengkap makanya kita sangat perlu memakan makanan yang bermacam-macam. Oleh karena itu betapa pentingnya tubuh, mengkomsumsi makanan yang bergizi dan mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tubuh meskipun makan itu tidak harus mahal.  

Dalam ilmu gizi, protein juga sangat penting dan harus dicukupi dalam tubuh, Seperti yang dipaparkan diatas, protein merupakan makronutrien yang harus dipenuhi oleh kita. Oleh karena itu protein sangat memegang peranan penting bagi tubuh kita. 
Protein Mengandung asam amino (essensial dan non essensial). Asam Amino Essensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, jadi harus didatangkan dari luar ada 8 asam amino esensial yaitu isoLeusin, Leusin, treonin, triptofan , valin, Lisin, Metionin, dan Fenilalanin. Sedangkan asam amino esensial merupakan asam amino yang dapat di produksi sendiri oleh tubuh Manusia. Kandungan setiap 1 gram protein  akan menghasilkan 4 kalori .
Kebutuhan protein untuk orang dewasa adalah 1 gram/kg.BB/hari. Jika kebutuhan tersebut berlebih, maka kelebihannya akan dibuang melalui ginjal dalam bentuk urea. Inilah yang disebut Nitrogen Balans.
sumber Protein dapat dijumpai pada protein hewani misalnya pada makanan ikan, daging dan telur sedangkan Protein Nabati terdapat pada tumbuh-tumbuhan yakni tahu, tempe dan kacang-kacangan
Dibawah ini beberapa kategori tingkat kebutuhan akan protein :
·         RDA = 0,8 gr protein per kilogram berat badan untuk orang dewasa.
·         Laki- laki dewasa, BB = 70 kg, maka membutuhkan 56 gr protein/ hari.
·         Wanita dewasa, BB = 55 kg, maka membutuhkan 44gr protein /hari.
Kebutuhan khusus (special requirement) akan protein pada tahap pertumbuhan antara lain :
1.      6 bulan pertama    = 2,2 gr/kgBB.
2.      6 bulan kedua        = 1,6 gr/kgBB.
3.      Kehamilan              = ditambah 30 gr/ hari (44 + 30= 74gr/hari).
4.      Menyusui               = ditambahi 20gr/hari (44 + 20= 64gr/hari).
5.      Strees fisik              = Infeksi berat ditambahkan 1/3 dari kebutuhan.












BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Protein Zat organik yang pada hidrolisa menghasilkan unit- unit pembentukan yakni asam- asam amino. Dengan fungsi sebagai Sumber energi, Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan, Sebagai sintesis hormon, enzim dan antibody, serta sebagai Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel.
Kandungan setiap 1 gram protein  akan menghasilkan 4 kalori. Kebutuhan protein untuk orang dewasa adalah 1 gram/kg.BB/hari. Kekurangan protein dapat menyebabkan busung lapar.
B.     SARAN
Apabila ada kekeliruan dan kesalahan dalam pembahasan makalah ini, kami sangat mengharapkan saran maupun kritik yang membangun guna menyempurnakan pembahasan dalam makalah yang kami susun.





DAFTAT PUSTAKA
·         Diperoleh dari beberapa situs dan web site : google.com.wikipedia.
·         www.google.com./Kebutuhan protein 
·         www.kumpulblogger.comDefinisi Protein

1 komentar:

  1. Broker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami
    trading forex fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
    3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

    Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
    Tlp : 082276603391
    BBM : 5364257D

    BalasHapus

Semoga blog ini bermanfaat.