Rabu, 02 Februari 2011

Penelitian Ekologi Hewan Cacing Tanah (Lumbricus Terrestri)



Ekologi Hewan-PENELITIAN


KEPADATAN POPULASI CACING TANAH (Lumbricus Terrestris)

Dosen Pembimbing : Drs. Nehru, M.Pd

 





DISUSUN OLEH :
KELOMPOK V BIOLOGI KELAS E/III

Ketua                    :  1. KAMARUDDIN
Anggota                 :  2. TAUFIKURRAHMAN
                                                                     3. M.AFDOAL
                                                                     4. DEDI
                                                                     5. SADAM DWI PRASETYO
                                                                     6. SUMANDARI
                                                                     7. NURWAHIDAH
                                                                     8. NURJANAH
                                                                     9. NURSARINAH
                                                                   10. NURFITRIANINGSIH
                                                                   11. SITI ASIAH


MATEMATIKA-IPA (MIPA) PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP BIMA
TAHUN AKADEMIK 2010-2011





KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alikum War. Wab.
Dengan mengucapkan puja dan puji syukur Kehadirat Allah SWT atas segala Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kami, sehingga Kami selaku penulis bisa menyelesaikan penyusunan Laporan penelitian ini tidak kurang dari waktu yang ditentukan. Salam dan Shalawat senantiasa kita khaturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari alam kebodohan dan kesesatan menuju alam yang penuh dengan nuansa islam dan ilmu Pengetahuan.
Dalam penyusunan laporan penelitian ini dititik beratkan pada jumlah kepadatan populasi di daerah Penelitian/pengamatan, yakni Cacing (vermes) pada kelompok cacing gelang (Annelida) seperti cacing tanah (Lumbricus terrestris) di Persawahan Penduduk Pinggir Kali Sadia Lewirato yang lebih spesifik pada kepadatan, dominasi, dan frekuensi populasi yang diteliti.
Semoga Laporan penelitian ini bisa membawa dampak yang positif dalam melestarikan Ekosistem dalam Kehidupan yang kita jalani ini, serta mampu menciptakan keseimbangan antar ekosistem di muka bumi. Selain itu besar harapan kami agar Laporan penelitian ini  dapat bermanfaat dan memberikan konstribusi yang bernilai positif bagi semua Mahasiswa/Mahasiswi di STKIP-Bima lebih-lebih pada program studi S1 Pendidikan Biologi. Seiring dengan itu, kami selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat Bp. Drs. Nehru, M.Pd yang memberikan Mata kuliah ini, demi kelancaran tugas penelitian ini, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kesehatan serta rahmat dan hidayah-Nya kepada beliau dan kita semua. Amin.
Wabilahik Taufik Walhidayah Wassalamu’alaikum War.Wab

Kota Bima, 20 Januari 2011
Penulis,

KELOMPOK V
DAFTAR ISI
                                                                                                                           Hal
HALAMAN JUDUL.......................................................................................... i
KATA PENGANTAR....................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii

BAB I    : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................ 1
B. . Rumusan Masalah........................................................................ 2
C.. Tujuan......................................................................................... 3
D. Metode Dan Alat/Bahan.............................................................. 3
..... 1. Metode................................................................................... 3
..... 2. Alat/Bahan.............................................................................. 3
BAB II   :  TEMPAT DAN WAKTU PENGAMATAN.................................. 4                 
BAB III    :............................................ DISKRIPSI DATA PENGAMATAN      5

BAB IV :  HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Tabel Jumlah Populasi Cacing Tanah (Lumbricus terrestris)........ 6
B. . Pembahasan ............................................................................... 6
C. Tabel Total Nilai Kepadatan, Frekuensi dan Dominasi Cacing
..... Tanah (Lumbricus Terrestris) Pada Tiap-Tiap Plot .................... 8
1.1  Tabel Plot I........................................................................... 8
1.2  Tabel Plot II.......................................................................... 9
1.3  Tabel Plot III....................................................................... 10

BAB V   :  PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................... 11
B. . Saran........................................................................................ 11

BAB VI :  DAFTAR PUSTAKA.................................................................... 12

LAMPIRAN FOTO PENGAMATAN.......................................................... 13


BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos  (“habitat”) dan logos (“ilmu”). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 – 1914).  Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Salah satu cabang ilmu ekologi yakni ekologi hewan, dimana salah satu submateri yang disajikan dalam ilmu ekologi hewan adalah berkaitan dengan ekologi hewan tanah.
Kehidupan Hewan tanah sangat tergantung pada habitatnya, karena keberadaan dan kepadatan populasi suatu jenis hewan tanah di suatu daerah sangat ditentukan keadaan daerah itu. Dengan perkataan lain keberadaan dan kepadatan suatu populasi suatu jenis hewan tanah di suatu daerah sangat tergantung dari faktor lingkungan,yaitu lingkungan abiotik dan lingkungan biotik. Faktor lingkungan abiotik secara besarnya dapat dibagi atas faktor fisika dan faktor kimia. Faktor fisika antara lain ialah suhu, kadar air, porositas dan tekstur tanah. Faktor kimia antara lain adalah salinitas, pH, kadar organik tanah dan unsur-unsur mineral tanah. Faktor lingkungan abiotik sangat menentukan struktur komunitas hewan-hewan yang terdapat di suatu habitat. Faktor lingkungan biotik bagi hewan tanah adalah organisme lain yang juga terdapat di habitatnya seperti mikroflora, tumbuh-tumbuhan dan golongan hewan lainya. Pada komunitas itu jenis-jenis organisme itu saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Interaksi itu bisa berupa predasi, parasitisme, kompetisi dan penyakit.
Dalam studi ekologi hewan tanah, pengukuran factor lingkungan abiotik penting dilakukan karena besarnya pengaruh faktor abiotik itu terhadap keberadaan dan kepadatan populasi kelompok hewan ini. Dengan dilakukannya pengukuran faktor lingkungan abiotik, maka akan dapat diketahui faktor yang besar pengaruhnya terhadap keberadaan dan kepadatan populasi hewan yang di teliti. Pada studi tentang cacing tanah (Lumbricus Terrestris), misalnya pengukuran pH tanah dapat memberikan gambaran penyebaran suatu jenis cacing tanah (Lumbricus Terrestris). Cacing tanah (Lumbricus Terrestris) yang tidak toleran terhadap asam, misalnya, tidak akan ditemui atau sangat rendah kepadatan populasinya pada tanah yang asam. Selain itu pengukuran faktor lingkungan abiotik pada tempat dimana jenis hewan tanah kepadatannya akan sangat menolong dalam melakkukan penelitian.
Tidak pula dapat dipungkiri, bahwa dalam mempelajari ekologi hewan tanah perlu diketahui metode-metode pengambilan contoh di lapangan karena hewan itu relatif kecil dan tercampur dengan tanah. Analisis statistik pun perlu diketahui agar didapat kesimpulan yang sahih dari penelitian yang dilakukan.
Salah satu yang cukup sulit dalam mempelajari ekologi hewan tanah adalah masalah pengenalan jenis. Pada tanah hidup hampir semua golongan hewan mulai dari protozoa sampai mamalia. Seseorang yang mempelajari ekologi hewan tanah minimal dapat mengenal kelompok (genera atau famili, minimal ordo) dari hewan tanah yang dipelajari. Untuk studi tertentu haruslah dapat diidentifikasi sampai tingkat jenis (spesies) dari hewan tanah yang diteliti.

B. RUMUSAN MASALAH
·        Jumlah populasi cacing tanah (Lumbricus terrestrsi) yang ada pada daerah/kawasan Persawahan Penduduk Pinggir Kali Sadia Lewirato Kota Bima.
·        Total Nilai Kepadatan, Dominasi, dan Frekuensi populasi pada tiap plot.





C. TUJUAN
·        Melakukan analisis / pengamatan jumlah populasi cacing tanah (Lumbricus terrestris) dengan  menentukan ukuran plot dengan observasi lapangan.
·        Mempelajari proses kompetisi cacing tanah (Lumbricus terrestris)  pada daerah tersebut, baik kepadatan, Dominasi dan Frekuensi.

D. METODE DAN ALAT/BAHAN
1.   Metode
·        Biodiversitas, metode ini dilakukan dengan cara sampling. Metode ini dikerjakan pertama-tama dengan memasang garis transek sebagai poros utama  sepanjang 100 m dengan arah tertentu yang dipilih secara acak. Sepanjang transek tersebut dipasang 3 buah plot bujursangkar berukuran 5x5m yang diletakkan berselang-seling di sebelah kiri dan kanan garis transek. Ukuran plot ini diharapkan sudah cukup untuk mewakili setiap habitus jenis-jenis hewan yang akan ditemui di lokasi pengamatan).
·        Menentukan area atau daerah yang ingin diamati dengan melihat daerah yang memiliki komunitas hewan yang bermacam-macam.

      2.   Alat dan Bahan
·        Tali Rafia 100 m        :  untuk memasang garis transek sebagai poros utama  sepanjang 5x5 m dengan arah tertentu yang dipilih secara acak. 
·        Kamera HP               :  untuk memotret objek penelitian sebagai bahan dokumentasi.
·        Buku & Pulpen          :  untuk mencatat dan menulis hasil penjelajahan pengamatan.
·        Tembilang                  : untuk menggali dalam melakukan penjelajahan hewan pada area plot yang dibuat.
·        Meter                        : alat tukang batu digunakan untuk Mengukur panjang-lebarnya ukuran plot yang dibuat.  
BAB II
TEMPAT DAN WAKTU PENGAMATAN

Berdasarkan keputusan dan musyawarah Kelompok V dengan ini menyatakan Pada  :
Hari/Tgl      : Kamis, 20 Januari 2011
Jam            : 08.30. Wita Sampai Selesai
Tempat       : Persawahan Penduduk Pinggir Kali Sadia Lewirato Kota Bima

Di lakukan pengamatan Ekologi Hewan dengan objek pengamatan pada kelompok Cacing Gelang (Annelida) yakni Cacing Tanah (Lumbricus Terrestris), Dengan metode yang dipakai dalam pengamatan adalah metode plot dengan cara sampling, demikian keputusan yang kami buat.

















BAB III
DISKRIPSI DATA PENGAMATAN

Setelah di bagikan kelompok dan objek pengamatan yang berbeda-beda, kami selaku kelompok V ditugaskan untuk mengamati dan melakukan penelitian tentang kepadatan Populasi Cacing gelang (Annelida) yakni cacing tanah (lumbricus terrestris), yang tertuang pada Daerah Persawahan Penduduk Pinggir Kali Sadia Lewirato Kota Bima mengenai kehidupan hewan yang berpopulasi, berkomunitas dan berekosistem serta bersimbiosis antar organisme kehidupan.
Di mana tempat itu merupakan salah satu pendukung yang menunjang dimana mahluk hidup melakukan timbal balik secara ekologi hewan. Di Persawahan Penduduk tepatnya dipinggir kali Sadia Lewirato kami jadikan objek pengamatan dan kami tidak membayangkan bahwa tempat itu dapat di jadikan objek pengamatan, setelah di bagikan tugas akhirnya kami menempatinya juga. Sekian diskripsi data yang kami buat. 















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. TABEL JUMLAH POPULASI CACING GELANG (ANNELIDA)
NO
JENIS CACING GELANG (ANNELIDA)
PLOT
JUMLAH
I
II
III
1.
 Cacing tanah (Lumbricus terrestris)
85
75
50
210

B. PEMBAHASAN
Dalam melakukan penelitian dilokasi pengamatan kami menggunakan metode Biodiversitas.  Metode ini dikerjakan pertama-tama dengan memasang garis transek sebagai poros utama  sepanjang 100 m dengan arah tertentu yang dipilih secara acak. Sepanjang transek tersebut dipasang 3 buah plot bujur sangkar berukuran 5x5m yang diletakkan berselang-seling di sebelah kiri dan kanan garis transek. Ukuran plot ini diharapkan sudah cukup untuk mewakili setiap habitus jenis-jenis tumbuhan yang akan ditemui di lokasi.
Dalam hal ini dibuat  3 transek pengamatan sehingga luas total plot pengamatan adalah 1 ha. Adapun ke-tiga transek tersebut tersebar di 1 blok pengamatan yaitu di Persawahan penduduk pinggir kali. Dengan jumlah 3 plot berukuran masing-masing 5x5m, di kawasan Persawahan Penduduk Pinggir Kali Sadia Lewirato Kota Bima, Objek yang diamati pada setiap plot adalah jenis cacing gelang (Annelida) yakni cacing tanah (Lumbricus Terrestris) yang juga masuk dalam kategori cacing berambut sedikit (oligochaeta) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan yang dapat dibudidayakan serta berguna untuk mengobati demam, tifus, dan gangguan pasca stroke serta dapat membantu petani dalam menyuburkan tanah.



Untuk mengetahui kepadatan populasi cacing gelang (annelida) yakni jenis cacing tanah (Lumbricus terrestris) pada daerah yang diteliti maka digunakan rumus sebagai berikut :
            Dimana :           D         = Kepadatan Populasi
                                                n          = Jumlah Individu
                                                A         = Luas Area

Pada plot I  terlihat bawah kepadatan populasi cacing tanah (Lumbricus terrestris) mendominasi pada area tersebut, yang disebabkan karena lingkungan biotik dan abiotik yang mendukung, sehingga dalam hal berkompetisi cacing tanah (Lumbricus terrestris) mendominasi pada area pengamatan dengan jumlah individu 85 ekor dengan luas area 5x5m =25m2. maka kepadatan cacing tanah adalah 3,4%.
Pada plot ke-II berjarak ± 10 m dari plot I, masih didominasi oleh cacing tanah (Lumbricus terrestris). Cacing tanah jenis Lumbricus ini mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain. Pada plot II terlihat Lumbricus terrestris atau cacing yang masuk dalam kategori kelompok cacing berambut sedikit (Oligochaeta) ini dengan jumlah individu 75 ekor, sehingga kepadatannya pada area plot II tersebut 3%.
Sedangkan Pada plot III terlihat bahwa cacing tanah (Lumbricus terrestris) masih mendominasi area penelitian khususnya pada plot III yang dibuat dengan ukuran yang sama 5x5m, namun pada plot ini jumlah individunya mulai berkurang dibanding pada plot sebelumnya (plot I dan II). Pada plot III jumlah individunya hanya 50 ekor, dengan kepadatan 2%.
Dari hasil pengamatan pada 3 plot diatas, maka dapat diketahui jumlah populasi cacing tanah (Lumbricus Terrestris) adalah 210 ekor pada area 75m2.

C. TABEL TOTAL NILAI KEPADATAN, FREKUENSI, DOMINASI CACING TANAH (Lumbricus Terrestris) PADA TIAP-TIAP PLOT
      Tabel 1.1
      Perhitungan Nilai kepadatan/densitas, Dominasi dan Frekuensi Pada Plot I
Jenis Cacing Gelang
Plot
Kepadatan
Dominasi
Frekuensi
I
Cacing tanah (Lumbricus terrestris)
85
3,4 %
85%
85%

Pada tabel 1.1 dapat diketahui bahwa jumlah individu cacing tanah (Lumbricus terrestris) adalah 85 ekor, dengan luas area plot I  5x5m = 25m2. maka untuk mengetahui kepadatan cacing Lumbricus terrestris, digunakan ketentuan sebagai berikut :
            Dimana :           D         = Kepadatan Populasi
                                                n          = Jumlah Individu
                                                A         = Luas Area
Maka :
D = 3,4%
Jadi, kepadatan cacing tanah (Lumbricus terrestris) pada plot I adalah 3,4%.

     







      Tabel 1.2
      Perhitungan Nilai kepadatan, Frekuensi, dan Dominasi Pada Plot II
Jenis Cacing
Plot
Kepadatan
Dominasi
Frekuensi
II
Cacing tanah (Lumbricus terrestris)
75
3 %
75,0%
75%

Pada tabel 1.2 diatas diketahui bahwa jumlah individu cacing tanah adalah 75 ekor. Maka untuk mengetahui kepadatan jenis cacing tanah tersebut digunakan rumus/ketentuan kepadatan atau densitas populasi yang sama yaitu:
            Dimana :           D         = Kepadatan Populasi
                                                n          = Jumlah Individu
                                                A         = Luas Area
Maka :
D = 3%
Jadi, kepadatan cacing tanah (Lumbricus terrestris) pada plot II adalah 3%.











     
      Tabel 1.3
      Perhitungan Nilai kepadatan, Frekuensi, dan Dominasi Pada Plot III
Jenis Cacing
Plot
Kepadatan
Dominasi
Frekuensi
III
Cacing tanah (Lumbricus terrestris)
50
2%
50%
50%

Pada tabel 1.3 diatas diketahui bahwa jumlah individu cacing tanah (Lumbricus terrestris) adalah 50 ekor dengan  kepadatan 2%. Kepadatan populasi cacing tanah ini diketahui dengan rumus:
            Dimana :           D         = Kepadatan Populasi
                                                n          = Jumlah Individu
                                                A         = Luas Area
Maka :
D = 2%
Jadi, kepadatan cacing tanah (Lumbricus terrestris) pada plot III adalah 2%.

Dari ketiga tabel diatas dapat disimpulkan bahwa populasi cacing tanah pada setiap plot semakin menurun sedangkan luas area tetap, ini berarti bahwa kepadatan populasi cacing tanah (Lumbricus terrestris) menurun. Pengurangan kepadatan populasi cacing tanah ini disebabkan oleh kematian (mortalitas) dan kepindahan (emigrasi). Kematian ini sendiri disebabkan oleh adanya faktor yang tidak mendukung baik karena predator atau interaksi predasi antar organisme. Sedangkan kepindahan disebabkan juga oleh faktor abiotik yang kurang mendukung kelangsungan hidup cacing tanah tersebut.
     


BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pada plot I  didominasi oleh cacing tanah (Lumbricus terrestris) dengan total jumlah individu 85 ekor pada area 25m2, serta kepadatan populasi adalah 3,4%. Pada plot ke-II cacing tanah (Lumbricus terrestris) dengan bentuk tubuh pipih, memiliki segmen sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32 mendominasi area plot II dengan total jumlah individu 75 ekor, dan kepadatan populasinya 3%. Sedangkan Pada plot III terlihat bahwa cacing tanah (Lumbricus terrestris) tetap mendominasi area Plot III, namun pada plot ini jumlahnya mulai berkurang dibanding pada plot sebelumnya (plot I dan II), sehingga total jumlah individu hanya 50 ekor dengan kepadatan populasi 2%.
Oleh sebab itu total jumlah individu cacing tanah (Lumbricus terrestris) pada area yang diteliti seluas 75m2  adalah 210 ekor. Maka kepadatan populasinya hanya 2,8%. Ini berarti populasi cacing tanah menurun atau berkurang dari plot I S/d plot III.

B. SARAN
Diharapkan kepada dosen mata kuliah Ekologi Hewan selaku pembimbing & motivator untuk memberikan pemahaman dan pembekalan kepada mahasiswanya ketika akan melakukan penelitian baik konsep maupun tatacara melaksanakan penelitian, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diingingkan seperti yang kami alami dalam melakukan penelitian ini.







BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
·        www.google.com : Cacing tanah. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Diakses oleh Mone@mbozo pada 22-Januari-2011.        13.10 Wita.
·        www.terussehat.com : Cacing Tanah Sebagai Obat Bukan Cuma Mitos. Diposting pada 20 Apr 2009.
·        Arief’sBlog : Laporan Ekologi Makrofauna Tanah. Diposkan oleh Afief Zigen pada Minggu, 25 April 2010. 01:49.
·        Adianto. 1983. Biologi Pertanian. Alumni Bandung : Bandung.
·        Muhammad, N. 1989. Ekologi Hewan Tanah. Bumi Aksara : Jakarta.
·        Syarif, S.E. 1986. Ilmu Tanah Pertanian. Pustaka Buawa : Jakarta

























2 komentar:

  1. cry lagi belajar nech.... belajar posting....

    BalasHapus
  2. Kagak Kelihatan woe postingannya!!!!!!!!!!

    BalasHapus

Semoga blog ini bermanfaat.